Jumat, 27 Februari 2015

Teknik Berkebun Emas

Teknik Berkebun Emas
Emas sering dimanfaatkan para investor sebagai alat hedging (lindung nilai) sekaligus instrumen investasi jangka panjang karena harga emas yang relatif stabil dalam jangka pendek namun bisa mengalami kenaikan signifikan dalam jangka panjang mengikuti atau melebihi tingkat inflasi. Namun dengan tren bullish harga emas beberapa tahun belakangan ini, banyak investor yang memanfaatkan momen tersebut untuk mendapatkan keuntungan dari jual beli emas jangka pendek yang biasa disebut sebagai berkebun emas. Mari kita belajar investasi emas dengan cara berkebun emas ini.

Sistem berkebun emas memanfaatkan jasa pegadaian yang disediakan oleh bank ataupun lembaga lainnya untuk memperbesar modal dalam membeli emas di mana emas yang sudah ada di tangan digadaikan untuk mendapatkan modal membeli emas berikutnya yang kemudian digadaikan lagi. Sistem seperti ini memungkinkan investor untuk membeli emas dengan modal lebih sedikit yang kemudian dijual pada saat yang tepat untuk memperoleh keuntungan jangka pendek maupun jangka panjang. Sistem ini juga menguntungkan pihak bank karena bisa meningkatkan omset penjualan produk gadainya.

Lebih jelasnya, mari kita lihat contoh cara berkebun emas yang biasa dilakukan para pekebun emas:

Beli emas batangan 25 gram seharga Rp 10jt (per gram Rp 400rb) yang kemudian digadaikan, dapat Rp 8jt (asumsi nilai taksiran 80% dari nilai emas)
Beli emas 25 gram lagi dari uang Rp 8jt + Rp 2jt dari modal sendiri dan kemudian digadaikan lagi, dapat lagi Rp 8jt, gadaikan lagi untuk dibelikan emas. Ulangi beli gadai ini berulang-ulang.

Di sini kita asumsikan investor membeli sampai emas ke-5. Emas terakhir ini disimpan untuk modal menebus emas kembali nanti.

Dengan cara berkebun emas tersebut di atas, investor bisa memiliki emas sebanyak 125gram (5x25gram) senilai Rp 50jt hanya dengan modal Rp 18jt (Rp 10jt modal awal + Rp 2jt untuk emas-emas berikutnya), tentunya belum termasuk biaya gadai maupun biaya lainnya.

Pada saat harga emas menanjak, emas-emas yang telah digadaikan ditebus kembali satu persatu dengan modal emas yang ada di tangan. Jadi, jual emas ke-5 untuk menebus emas ke-4 yang kemudian dijual lagi untuk menebus emas ke-3. Ulangi sampai semua emas ditebus, lalu jual semuanya. Keuntungan investor berupa selisih dari (hasil penjualan - nilai tebus gadai) dan (modal awal + biaya gadai). Sebagai contoh, asumsi harga emas naik 30% menjadi 13jt dan biaya gadai Rp 4jt. Maka keuntungan yang diperoleh: (Rp 65jt - 32jt) - (Rp18jt + Rp 4jt) = Rp 11jt.

Bandingkan keuntungan dari cara berkebun emas seperti ini dengan keuntungan yang diperoleh jika menggunakan cara investasi emas konvensional. Modal Rp 22jt digunakan untuk membeli emas batangan 55 gram (per gram Rp 400rb). Emas kemudian dijual pada saat harga emas naik 30% (Rp 520rb), uang yang diperoleh sebesar Rp 28.600.000,-. Keuntungan yang didapat hanya sebesar Rp 28,6jt - Rp 22jt = Rp 6,6jt.

Semua harga maupun hitungan di sini hanya merupakan asumsi, harga dan kondisi sebenarnya di lapangan tentunya tidak akan sama.

Teknik berkebun emas jangka pendek hanya cocok diterapkan pada saat harga emas sedang mengalami penurunan dan kenaikan tajam. Cara berkebun emas seperti ini memungkinkan investor untuk menggadaikan emas dalam waktu sesingkat mungkin (bisa dalam hitungan hari, minggu ataupun bulan) sehingga bisa menekan biaya gadai dan mendapatkan keuntungan maksimal. Caranya, dengan membeli emas saat harga emas sedang turun yang kemudian digadaikan dan dijual secepatnya pada saat harga emas melonjak.

Untuk investasi jangka panjang, emas biasanya digadaikan dalam waktu cukup lama (bisa satu, dua atau tiga tahun) sampai harga emas mengalami kenaikan yang signifikan minimal 30% untuk kemudian ditebus dan dijual kembali. Tentunya investor harus siap untuk membayar biaya gadai yang harus dikeluarkan selama emas digadaikan.

Cara berkebun emas ini juga bisa dimanfaatkan oleh investor untuk yang saat ini belum memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi emas dalam jumlah yang diinginkan. Selain itu, dengan teknik ini, investor bisa membeli emas dengan harga saat ini dengan uang yang akan dimiliki investor di masa depan.

Beberapa tips dalam berkebun emas:

Beli pada saat harga emas rendah, jual pada saat harga emas tinggi. Jika terpaksa menebus dan menjual emas pada saat harga turun, investor bukan saja bisa kehilangan potensi keuntungan, tapi juga berpotensi mengalami kerugian dari biaya gadai yang sudah dibayarkan.
Agar bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari teknik berkebun emas, gadaikan emas anda di tempat gadai yang menawarkan nilai gadai paling tinggi dengan biaya paling rendah.
Gadaikan emas dalam waktu sesingkat mungkin jika anda bermaksud mendapatkan keuntungan jangka pendek dari teknik berkebun emas ini.
Saat ini, sudah ada banyak lembaga yang menyediakan jasa pegadaian emas, termasuk diantaranya Bank Syariah Mandiri, Bank Jabar Banten Syariah, BRI Syariah dan Pegadaian, yang bisa dimanfaatkan oleh para investor yang ingin menerapkan cara berkebun emas ini . Nilai taksiran dan biaya yang harus dibayar bervariasi antar lembaga satu dan lainnya.

Sabtu, 15 Februari 2014

KIAT SUKSES MENJADI NETWORK ENGINEER

Sebelum kita melangkah ke wacana tips untuk menjadi seorang Network Engineer, alangkah baiknya kita pahami dulu apa itu "NETWORK ENGINERR"...  oke?? yowess cekidoot!!

Berdasarkan Merriam-Webster English Dictionary “Network” memiliki pengertian sebagai “sebuah lingkungan yang memiliki interkoneksi atau inter-relasi berupa keterkaitan atau pengelompokkan sebuah sistem” . Secara spesifik, network yang kita bahas disini adalah sebuah sistem interkoneksi perangkat komputer beserta beserta seluruh periferalnya (modem, router, switch, terminal dan sebagainya).
Engineer memiliki makna sebagai seseorang yang terdidik atau terlatih secara spesifik untuk bidang teknis tertentu.
Sehingga, “network engineer” dari segi etimologi dapat diartikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan khusus untuk menangani, melakukan rancang bangun, dan melakukan kegiatan operasional dalam sebuah jaringan komputerisasi.
network-engineering
Job Desc Network Engineer :
Secara umum, seorang network engineer memiliki tugas untuk mengawasi atau melakukan instalasi, melakukan konfigurasi, dan melakukan pemeliharaan (maintenance) sistem informasi dan jaringan. Tanggung jawab umum yang biasanya menjadi tugas seorang network engineer adalah sebagai berikut :
  • Melakukan instalasi hardware, sistem atau software baru yang digunakan dalam jaringan.
  • Melakukan instalasi, konfigurasi, dan perawatan layanan jaringan (network services) dan perangkat jaringan.
  • Mendukung fungsi administratif pada penggunaan perangkat jaringan.
  • Mengatur protokol untuk pencadangan (backup) atau restorasi (restore) didalam sistem.
  • Merencanakan dan memberikan dukungan untuk implementasi infrastruktur jaringan komputer.
  • Melakukan perbaikan (troubleshooting) atau analisis terhadap server, komputer kerja (workstations) dan semua yang berkaitan dengan hal tersebut.
  • Mendokumentasikan permasalahan-permasalahan yang terjadi didalam jaringan untuk referensi dimasa yang akan datang
  • Memonitor kinerja sistem dan dapat mengimplementasikan performance tuning.
  • Mengatur akun pengguna (users account), izin pengguna (users permission), serta implementasi firewall, dan sistem keamanan.
  • Memperhatikan aspek keamanan pada aplikasi dan jaringan.

Menjadi Seorang Network Engineer yang expert Memang bukan perkara mudah, perlu kerja keras, do’a dan sabar untuk meraihnya. Lalu apa saja Kiat Sukses menjadi Seorang Network Engineer? Berikut ini tips yang bisa Anda praktekkan :
  • Pola pikir positif membuat network engineer selalu barfikir transformatif, dinamis, pantang menyerah ketika menghadapi kegagalan dan selalu semangat dalam menjalani kehidupan karena dalam fikirannya telah tertanam positifisme, setiap hari adalah kebaikan
  • Memiliki rasa ingin tau terhadap hal baru dalam hal ini terkait dengan dunia tekhnologi, bukan hanya seputar networking, karena seorang network engineer dituntut untuk memiliki pemahaman dan penguasaan mengenai tekhnologi secara global
  • Kemampuan berfikir, mengamati dan menganalisa (troubleshooting) secara tepat dan akurat sangat penting untuk dimiliki seorang network engineer. Skill ini lebih diutamakan oleh perusahaan guna kelancaran kerja
  • Dunia network engineer di era modern memang sangat dibutuhkan, tidak hanya di Negara lokal saja, melainkan juga internasional, oleh karena itu, perlu untuk membangun relasi dengan mitra (stake holders) yang sudah sukses. Tentu kita juga harus memahami bahasa Inggris guna kelancaran komunikasi
  • Segala sesuatunya harus dimulai dari hati bukan karena ikut-ikutan teman atau orang yang sudah sukses, hal ini tidak dibenarkan dan jangan sampai terjadi, karena seorang network engineer itu butuh niat sungguh-sungguh
  • Mencintai pekerjaan dengan apapun resikonya, karena untuk menjadi network engineer kelas expert merupakan modal utama bagi perkembangan karirnya nanti
  • Berani mencoba (praktek) dan jangan takut gagal. Percuma jika hanya memahami teori tapi tak bisa menerapkannya, begitu juga sebaliknya. Seorang network engineer dituntut untuk mempunyai pengalaman global; bagaimana memanagemen network, maintenance, instalasi dan lain sebagainya
  • Kemampuan bekerja sama dalam sebuah team adalah suatu keharusan. Apapun alasannya, tak mungkin kita menghandle project secara personal. Untuk itu perlu adanya pemahaman mengenai job description dan bagaimana cara berkoordinasi dengan team
  • Belajar otodidak tidak ada jaminan akan berhasil. Teori atau konsep (materi) memang dapat dipelajari sendiri secara otodidak, namun ilmu tanpa praktek terasa sangat kurang, pengalaman yang hanya bisa didapat dari praktikum dapat menjadi hambatan bagi mereka yang belajar secara otodidak. Kemampuan untuk dapat mengkonfigurasi switch dan router Cisco tipe tertentu sampai pada tingkat tertentu merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki jika hendak menjadi seorang CCNA, sehingga praktik mengkonfigurasi perangkat tersebut sangat penting. Bagi mereka yang belajar mengkonfigurasi kedua perangkat tersebut secara otodidak, maka salah satu alternatif adalah membeli perangkat sendiri namun harganya sangat mahal
  • Demi efektifitas, sangat disarankan untuk mengikuti training komputerkursus komputer, atau lebih spesifik seperti mengikuti training CCNA (Cisco Certified Network Associate). Hal ini dirasa perlu dan penting guna keefektifan, namun bukan berarti belajar otodidak tidak cukup. Selain itu, sertifikat yang nantinya didapat dari kursus akan menjadi nilai plus ketika melamar kerja.